Kurikulum Kaderisasi Mujahidin Indonesia
> Kurikulum Kaderisasi Mujahid Dakwah
> (Cara, metoda, serta sistim Dakwah,
Jihad, Kaderisasi
> yang benar)
>
> 1 Mengenal Allah (Makrifatullah, Tauhid).
Materi ini
> diberikan agar para mujahid mengenal
Allah secara
> benar, sempurna, yakni mengenal
Rububiyah, Uluhiyah
> dan Asma was Sifat, sehingga propestifnya
tentang
> Allah swt tidak meragukan (syubhat).
Banayk umat Islam
> yang perspektifnya terhadap Allah swt
keliru, sehingga
> menganggap Ketuhanan Yang Maha Esa dalam
Pancasila
> sama dengan “La ilaaha illallah”. Ini
menunjukkan
> perspektifnya tentang Allah swt kacau,
karena tidak
> adanya pembinaan yang jelas mengikuti
sunnah.
>
> 2 Pengertian dua kalimah Syahadat dan
perkara yang
> membatalkannya. Materi ini perlu
diberikan secara
> matang dan mendalam agar pemahaamannya
sehat, sehingga
> meb uahkan sikap tauhid yang jelas dan
sikap ittiba’
> (mengikuti) sunnah Rasul saw. Di samping
itu, perlu
> diperkenalkan perkara-perkara yang
membatalkan
> syahadah, agar tidak terjerumus ke
dalamnya.
>
> 3 AlWala dan AlBara. Materi ini merupakan
buah yang
> konkret dari pemahaaman dua kalimat
syahadat, sehingga
> jelas sikapnya kepada siaapa dia harus
membela dan
> kepada siapa dia harus memusuhi. Hal ini
penting
> supaya tidak salah di dalam mengamalkan
sikap
> toleransi, yang akibatnya akan
membahayakan tauhid.
> Sebagai contoh toleransi yang keliru,
yaitu toleransi
> umat Islam yang diberikan kepada kaum
Salib di
> Indonesia ini, sampai-sampai umat Islam
sanggujp
> mengorbanakan sebagian syariah demi
menjaga persatuan
> dan kesatuan di dalam berbangsa dan
bernegara. Ini
> adalah kekeliruan yang sangat fatal,
sehingga
> menimbulkan bencana sampai hari ini.
Kekeliruan
> semacam ini seenarnya erasal dari
ketidaktahuannya
> terhadap alwala dan albara karena tidak
pernah
> mendapatkan pembinaan yang benar.
>
> 4 Hakikat Thagut. Materi ini diperlukan
agar mujahid
> dapat mengetahui bentuk-bentuk thagut
yang sangat
> berbahaya yang dapat menghancurkan iman
dan tauhid.
> Para ulama sepakat bahwa iman seseorang
tidak sah
> kecuali dia mengkafiri thagut dengan
tegas. Pendapat
> mereka berdasarkan firman Allah swt :
“Allah pelindung
> orang-orang yang beriman. Dia
mengeluarkan mereka dari
> kegelapan (kekafiran) kepada cahayaa
(iman). Dan
> orang-orang yang kafir,
pelindung-pelindungnya ialah
> setan, yang mengeluarkan mereka dari
cahaya kepada
> kegelapan. Mereka itulah penghuni neraka,
mereka kekal
> didalamnya” (QS alBaqarah 2:257). Karena
kaburnya
> pengertian tentang thagut ini, menyebabkan
umat Islam
> tidak mampu bersikap tegas dalam
bermuamalah dengan
> thagut (setan).
>
> 5 Macam-macam syirik. Sebagaimana thagut,
syirik juga
> merupakan bahaya laten aqidah yang sangat
akut,
> bagaikan kanker ganas dalam tubuh
manusia. Maka,
> mujahid wajib memahami bahaya syirik
dengan benr,
> misalnya macam-macam syirik, seperti
kekuburan maupun
> syirik membuat undang-undang yang
bertentangan dengan
> syariah. Banyak umat Islam, kecuali
mereka yang
> dirahmati Allah, yang masih bergelimang
di dalam
> kemusyrikan tersebut.
>
> 6 Pokok-pokok Dienul Islam. Materi ini
perlu
> diberikan agar para mujahid mengetahui
secara garis
> besar dan kalau bisa secara detail
tentang dienul
> Islam. Banyak umat Islam yang tidak
mengenal hakikat
> dienul Islam, sehingga mereka menyangka
bahwa dienul
> Islam hanya dibatasioleh Rukun Islam dan
Rukun Iman
> saja. Akibatnya, mereka rela bermukim di
bawah
> kekuasaan kafir asal dapat menjalankan
rukun Islam,
> karena mereka menyangka bahwa mereka
sudah mengamalkan
> dienul Islam secara utuh. Dalam materi
ini perlu
> diberikan antaraa lain : makna Islam,
makna Muslim,
> makna Mukmin, makna Muhsin, makna Addien,
sifat-sifat
> dienul Islam, cara mengamalkan dienul
Islam menurut
> tuntunan alQur:an dan asSunnah, cara menegakkan
dienul
> Islam sesuai syariah, dsb.
>
> 7 Fiqhul Jihad. Mujahid perlu diberikan
materi fiqhul
> jihad agar memahami secara garis besar
masalah jihad,
> antara lain meliputi : makna jihad,
tahap-tahap
> disyariatkannya jihad, hukum jihad,
terutama setelah
> runtuhnya khilafah Islam, keutamaan
jihad, kemuliaan
> yang dicapai oleh orang yang mati syahid,
istiqamah di
> dalam melaksanakan jihad, dll. Materi
fiqhul jihad ini
> perlu diberikan di samping untuk memahami
syariat
> jihad, juga dapat membuahkan ruhul jihad,
sehinggaa
> mujahid cinta kepada jihad dan mati
syahid. Allah swt
> berfirman : “Jika bapak-bapak, anak-anak,
> saudara-saudara, isteri-isteri, kaum
keluarga, harta
> kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu
> takuti kerugiannya dan rumah-rumah temapt
tinggal yang
> kamu sukai adalah lebih kamu cintai
daripada Allah dan
> RasulNya. Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada
> orang-orang fasiq” (QS atTaubah 9:24).
Sebenarnya,
> ruhul jihad (cinta jihad dan mati syahid)
inilah yang
> dimatikan oleh musuh-musuh Islam dari
jiwa umat Islam.
> Karena musuh-musuh Islam dari jiwa umat
Islam. Karena
> musuh-musuh Islam tahu, bahwa selama umat
Islam sudah
> tidaak ada pemahaman tentang jihad dan
mati semangat
> jihadnya, maka selama itu pula mereka
mudah dikuasai
> meskipun perjuangaan mereka di segi lain
bersemangat.
> Oleh karena itu, menumbuhkan pengertian
dan ruhul
> jihad sampai mencintai jihad dan mati
syahid di dalam
> jiwa mujahid adalah tugas terpenting dari
ormas Islam
> di dalam membina para anggotanya. Kita
yakin, tanpa
> pelaksanaan jihad fi sabilillah,
pemantapan kedudukan
> dienul Islam tidak mungkin tercapai.
>
> 8 Fiqhul Qital. Yang dimaksud dengan
fiqhul qital
> adalah usaha-usaha untuk memberi
pelajaran taktik dan
> strategi perang dan melatih keahlian
tempur serta
> menggunakan senjata. Para sahabat Nabi
tidak ada yang
> tidak dapat menggunakan senjata, meskipun
keahliannya
> tidak sama. Khusus untuk membina fiqhul
jihad dan
> fiqhul qital seaiknya tandzim mempunyai
kamp pelatihan
> sendiri.
>
> Inilah kurang lebih delapan materi yang
mesti
> diberikan kepada para mujahidin sehingga
diharapkan
> mereka dapat menjadi penegak dienul Islam
sampai
> terwujudnya tamqinuddin.
> (Fauzan alAnshari : “Saya Teroris”,
2002:59-63. Simak
> juga : Ibnu Abdul Wahhab : “Bersihkan
Tauhid Anda dari
> Noda Syirik”, “Karakteristik Perihidup
Jahiliyah”.
> Muhammad Saleh alUthaimin : “Aqidah Ahlu
Sunnah wal
> Jama’ah”, Abdullah Azzam : “Aqidah
Landasan Pokok
> Membina Umat”, Zainuddin Hamidy : “Ilmu
Tauhid”, Ibnu
> Ismail asShan’ani : “Penghancuran
Kepercayaan Bathil”,
> Abdul Madjid Aziz azZandani : “Jalan
Menuju Iman”,
> Ibnu Sulaiman atTamimi : “Dasar-Dasar
Islam”, Ali
> Gharisah : “beriman Yang Benar”, Mohammad
Soebari :
> “Bukan Sembarang Nama”, Abdurrahim Manafi
: “Kitabus
> Sa’adah”, Malik Ahmad : “Strategi Dakwah
Islamiyah”,
> Sayyid Quthub : “Petunjuk Jalan”, Abul
A’la alMaududi
> : “Metoda Revolusi Islam”, “Bagaimana
Memahami
> Qur:an”, “Prinsip-Prinsip Islam”,
“Dasar-Dasar Islam”,
> Pokok-Pokok Pandangan Hidup Muslim”, A
Hasymi :
> “Muhammad Sebagai Panglima Perang”).
(0301052101) 1
EmoticonEmoticon